Archive for June, 2007

CARA MENGATASI POLA PERILAKU BURUK ANAK

Sunday, June 10th, 2007

 

Sore itu jalanan begitu padat dan matahari begitu terik. Semua
orang yang berada dalam perjalanan pulang ke rumah merasa begitu kesal
dan penuh emosi. Kecuali Dinar; ibu dua putra, lulusan psikologi
universitas negeri ternama yang tengah berbunga-bunga perasaannya.

 

Dukungan 1 juta tanda tangan petisi “Anti Tayangan Kekerasan di
Televisi” serta network pergaulannya yang luas; Pelan tapi pasti,
tayangan kekerasan mulai berkurang di semua TV swasta. Ada yang
mengurangi jam tayang, ada yang memindahkan jam tayang, ada pula yang
sama sekali menghilangkannya. Telah terbayang, penghargaan yang akan
diterimanya besok lusa atas kegigihan dan konsistensinya melawan
kekerasan pada anak-anak.

 

Tiba-tiba, di tengah kemacetan; pandangan matanya terantuk pada
sekumpulan bocah-bocah yang tengah mengerubungi sesuatu. Sepertinya
sebuah perkelahian. Ada yang aneh. Mengapa bocah-bocah itu begitu gegap
gempita dan ceria?

 

Terkadang mereka ikut berteriak dan kadang beberapa di antara
mereka menirukan gerakan berkelahi. Dinar merasa penasaran dan ketika
mobilnya bergerak mendekati kerumunan di pinggir jalan itu, ia melihat
penjual VCD bajakan sedang tengah memutar film Smack-down! Ia
terhenyak. Sejenak kepalanya terasa pusing.

 

Mengapa masih ada saja yang melakukan itu? Padahal tayangannya
sudah sangat berkurang di televisi. Malah sekarang muncul di jalanan.

 

Belum hilang rasa pusingnya, ketika melewati lampu merah, ia
terkena macet lagi dan mau tidak mau, kembali ia harus melihat
pemandangan “menyeramkan” lagi : kumpulan anak-anak di depan penjual
games playstation yg judul & gambarnya lagi-lagi tentang
smack-down.

 

Dinar merasa begitu lemas. Ia tidak mau melihat lagi. Ada rasa
sakit. Seperti dikhianati. Ia memutuskan memacu mobilnya cepat-cepat.
Ia ingin cepat tiba di rumah dan melihat putera-puteranya yang manis
dan santun memeluk dan menyambutnya.

 

Tiba di ujung gang besar, Dinar mendengus kesal. Jalan ditutup.
Entah ada apa. Sekilas ia melihat tumpukan janur yang belum dijalin.

 

“Mungkin ada yang mau menikah”. 

 

Ia bergegas mengambil laptop dan tas kerjanya. Lalu berjalan
cepat menuju rumahnya. Ada sebuah rumah yang tampak ramai. Pagarnya
terbuka dan di depan pintu dipenuhi sandal-sandal kecil.

 

“Oh, apakah perpustakaan mini? Kemarin belum ada”.

 

Penasaran, ia langkahkan kaki ke dalam rumah itu. Siapa tahu ia
akan mengajak Bayu dan Dimas ke situ besok. Setibanya di dalam,
lagi-lagi ia terkesiap. Bukan perpustakaan mini yang rapi dan tenang.
Tapi sebuah tempat penyewaan playstation yang gaduh dan riuh. Ada anak
yang bermain, ada yang hanya menonton. Tujuh dari sepuluh pemain
memilih film permainan gulat : smack-down!

 

Kali ini Dinar tak tahan lagi. “Bencana” itu tidak menjauh.
Malah kini makin mendekati anak-anaknya. Hanya sepelemparan batu dari
rumahnya. Ia mundur dan menutup pintu dengan lemah. Langkahnya gontai,
matanya basah. Apa lagi yang harus kulakukan? Berminggu-minggu
kuhabiskan waktu berkampanye, melobby sana sini, berbicara di
seminar-seminar besar dan kecil. Bayu dan Dimas pun terpaksa harus
merelakan waktu mereka bersama bundanya banyak tersita.

 

“Demi Bayu, Dimas dan semua anak Indonesia”, begitu selalu kata Dinar.

 

Kedua jagoannya bisa diberi pengertian, tapi Mas Danu; suaminya
sudah beberapa kali mengultimatumnya, “Ini pertama dan terakhir kamu
sesibuk ini. Lagipula, apa sih salahnya dengan gulat smack-down? Kan
tidak semua orang jadi korban. Menurutku malah bagus, anak laki-laki
harus nonton, supaya tidak jadi gemulai. Lagipula, apa sih yang membuat
kamu begitu yakin kalau kamu bisa mengubah keadaan?”

 

Sesulit inikah untuk melindungi buah hati tercinta Anda?

 

Modelling

Apa yang seketika muncul dalam benak Anda jika mendengar kata
Modelling? Ibu-ibu membayangkan wanita bertubuh langsing yang selalu
diidam-idamkan. Mungkin sebagian kaum pria langsung terbayang tayangan
Fashion TV. Kalau Anda, apa yang muncul dalam benak?

 

Modelling yang saya maksudkan di sini tidak ada hubungan dengan
dunia fashion ataupun bintang iklan manapun. Modelling yang maksud di
sini adalah kemampuan meniru.

 

Anda yang telah memiliki anak tentu masih ingat ketika awalnya
mengajari mereka berbicara. Walaupun anak Anda mengeluarkan suara yang
jauh daripada mirip “Papa” atau “Mama”, Anda tetap konsisten dengan
“Pa.. Pa..” atau “Ma.. Ma..” berulang kali tanpa bosan-bosannya. Sampai
ketika anak Anda berhasil menyebutkan dengan benar; berarti anak Anda
sudah berhasil memodel Anda.

 

Berbeda dengan pikiran orang dewasa yang daya kritisnya sudah
matang, pikiran anak-anak hampir selalu dalam keadaan imajinatif. Apa
pun yang mereka lihat, dengar dan rasakan akan cepat sekali ditiru atau
dimodel. (baca juga NLP for Parenting #1)

 

Bayangkan bila mereka menonton tayangan di televisi tanpa
didampingi oleh orang dewasa di sampingnya. Apa jadinya tontonan
kekerasan yang sebetulnya ditujukan untuk hiburan orang dewasa yang
sebetulnya penuh dengan trik muslihat kemudian dianggap benar oleh
anak-anak.

 

Ketika mereka dilarang meniru adegan tersebut malah menimbulkan
tanda tanya bagi anak-anak; bagi mereka tindakan tersebut dianggap
sebagai bermain. “Toh, di televisi orang-orangnya masih dapat bangun
dan berteriak-teriak lagi. Kenapa sih papa mama selalu menghalangi
kesenangan saya”, begitu yang ada dalam benak anak-anak.

 

Stasiun televisi sudah memasang tanda BO, bahkan kini ditulis
“Bimbingan Orangtua” pada sudut televisi Anda. Tanda itu bukanlah
HIASAN semata,melainkan PERINGATAN!

 

Tips :

Dampingilah selalu buah hati dalam setiap tontonannya agar
mereka mendapatkan informasi yang benar dari Anda; selaku orangtuanya.
Penjelasan dari Anda seperti layaknya sebuah program antivirus yang
melindungi komputer dari serangan virus. Sama halnya dengan antivirus
yang harus diupdate setiap saat. Mendampingi anak menonton pun harus
dilakukan sesering mungkin, bukan hanya sesaat.

 

Pertanyaan :

Berapa jam sehari anak Anda duduk di depan televisi? Jenis tontonan seperti apa yang mereka lihat?

Teladan yang baik

Monday, June 4th, 2007

Teladan Yang Baik.

Ada seorang dosen suatu fakultas yang terkenal keras,disiplin,dan "angker".Di awal kuliah,dosen itu sendiri  yang memperkenalkan diri sebagai "Macan Kampus".Selanjutnya dikelas ini,kalau dosen ini terlambat  lebih dari 5 menit  saja,maka mahasiswa itu akan dianggap absen.Tapi sebaliknya kalau mahasiswa yang terlambat ,maka kelas ditiadakan,dan tetap dianggap tidak absen,"katanya tanpa berkedip.Tak terbayangkan betapa galaknya?Sayangnya ,pada waktu kelas telah berjalan beberapa waktu lamanya,orang yang paling getol melanggar peraturan  itu justru adalah  beliau sendiri.Jadi ,satu kali ada seorang mahasiswa yang kelihatannya agak bengal terlambat masuk kelas,dan dengan tegas sang dosen  menyuruh mahasiswa tersebut untuk keluar.Diluar dugaan ,si mahasiswa bengal itu berkata,:"Bapak sendiri sering terlambat,kok nggak apa-apa?"Walla! Suasana yang sebelumnya hening ,jadi bertambah tegang,bahkan anginpun kelihatannya juga menahan napas saat itu.Peraturan memang diperlukan untuk kebaikan semua orang yang terlibat.Tapi pada waktu kita menetapkan suatu peraturan,ingatlah bahwa orang pertama yang harus menerapkannya adalah kita sendiri.Kalau tidak, jangan heran kalau kita akan menjadi bahan cemoohan orang lain.Lagipula,kalau kita saja tidak bisa melakukan peraturan yang kita buat sendiri,bagaimana kita bisa mengharapkan orang lain melakukannya?

"Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,dalam perkataanmu,dalam tingkah lakumu,dalam kasihmu,dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu"
1 Timotius 4 :12b

Bahaya penggunaan HP dalam Pesawat

Monday, June 4th, 2007

Rakyat High-Class, Tapi …..

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS)   
Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya :
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan.Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain :
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. 
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).
Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat. 
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat yang diakibatkan oleh Ponsel ( HP ) :
1.  Arah terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu,
2. Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
3. Gangguan sistem navigasi,
4. Gangguan frekuensi komunikasi,
5. Gangguan indikator bahan bakar,
6. Gangguan sistem kemudi otomatis.
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat yang diakibatkan oleh CD Player & Game Computer :
# Gangguan arah kompas komputer di Pesawat.
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat yang diakibatkan oleh Gameboy :
# Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) di Pesawat.
Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS (Aviation Safety Reporting System).
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis/pertamina)
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang .
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Sumber : Pemerhati Keselamatan Transportasi

Live Is Beyond Reasons

Sunday, June 3rd, 2007

Derma dan perbuatan kebajikan adalah bibit dari kekayaan dalam kehidupan ini dan kehidupan mendatang.”
~ Nathalia Sunaidi ~

Terkadang sangat aneh bila kita mengamati kenyataan yang terjadi dalam kehidupan ini. Ada seseorang yang sejak dilahirkan selalu berkelimpahan uang. Ia lahir di keluarga kaya, tumbuh dewasa dalam gemerlap harta dan setelah dewasa ia mewarisi perusahaan dan kekayaan keluarganya. Ia seperti hidup dalam surga dunia. Ada beberapa lahir di keluarga menengah tapi setelah tumbuh dewasa ia menikmati keberhasilan karir dan usaha. Ia menjadi sukses dengan usahanya sendiri. Ia seperti memiliki tangan emas, apa pun yang disentuhnya akan berubah menjadi emas. Bisnis apa pun yang ia jalankan atau perusahaan apa pun yang ia dirikan, di tangannya akan menjadi lahan penghasil uang yang sangat subur.Tapi, ada juga orang-orang yang sangat merana hidupnya. Sejak kecil ia lahir di keluarga yang sederhana. Ia pintar, rajin, dan menyelesaikan pendidikannya. Setelah dewasa, ia mencoba untuk bekerja tapi semua pekerjaan yang ia dapatkan hanya memberikannya gaji yang pas-pasan. Ia pun mencoba usaha dan membangun bisnis kecil-kecilan tapi selalu bangkrut. Ia mencoba berdagang/membuka toko tapi tokonya sangat sepi. Ia mencoba bekerjasama dengan teman-temannya untuk berbisnis tapi bisnisnya gagal. Semua usaha yang dilakukannya gagal seolah-olah ia memiliki tangan pembawa sial, apa pun usaha yang disentuhnya selalu tidak berhasil.Bila kita mau merenung akan terlihat ada yang aneh dalam kenyataan hidup ini. Seperti ada missing link yang terjadi dalam fenomena kehidupan. Banyak hukum alam yang sepertinya tidak berjalan dengan baik dalam kenyataan kehidupan ini. Ada orang-orang yang sangat baik dan tulus tapi selalu mengalami kegagalan dalam hidupnya walaupun ia sudah menerapkan berbagai hukum kesuksesan dalam tindakan dan usahanya. Tapi ada orang-orang yang seolah-olah dihujani oleh keberuntungan dalam setiap usaha yang ia lakukan.Memang, life is beyond reasons, banyak pertanyaan yang tidak ada jawabannya dan menggugah kita untuk terus mencari.Setelah mendalami Past Life Regression atau Regresi Kehidupan Lalu, saya baru benar-benar menemukan missing link dalam pertanyaan-pertanyaan saya. Ternyata semua kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita memiliki sebab dan sebab itulah yang membuat hidup kita menjadi seperti ini. Dan dari situ saya menemukan bahwa setiap perbuatan kebajikan pasti membawa kebahagiaan dan setiap perbuatan buruk akan membawa penderitaan yang menyengsarakanAda seorang klien yang datang ke saya. Ia bercerita ia dilahirkan di keluarga yang miskin. Walaupun demikian, ia cukup pintar sehingga bisa menyelesaikan pendidikannya. Setelah itu ia mencoba berbagai usaha tapi usahanya sering gagal. Ia banyak mengikuti seminar motivasi dan kesuksesan. Nasihat dan hal-hal yang diajarkan dalam seminar-seminar itu ia terapkan dalam hidup dan usahanya tapi tetap saja keberuntungan belum datang kepadanya. Ia datang ke saya untuk mencari tahu mengapa nasibnya kurang beruntung.
Setelah diregresi, ia masuk ke salah satu kehidupan lalunya. Ia hidup sebagai seorang polisi di Amerika. Suatu hari ia menangkap buronan yang telah meninggal. Dalam saku buronan itu terdapat segepok uang. Tanpa sepengetahuan orang lain ia mengambil uang itu untuk dirinya sendiri, ia tidak melaporkan keberadaan uang itu kepada pihak yang berwenang.
Saya bertanya apakah hal tersebut yang menjadi sebab kemiskinan hidupnya sekarang. Ia berkata, “Pencurian adalah sebab bagi kemiskinan hidup. Pencurian itu mengakibatkan aku dilahirkan di keluarga miskin dan yang menyebabkan setiap usaha yang aku lakukan selalu gagal. Benar-benar setiap bentuk pencurian adalah sebab dari kemiskinan hidup.”Setelah mengetahui hal tersebut, ia rajin sekali melakukan derma dan kegiatan-kegiatan sosial. Ia membuat kotak derma di kamarnya, ia berderma setiap hari dan setiap minggunya uang derma itu ia berikan kepada orang yang membutuhkan. Setelah beberapa lama melakukan hal itu, ia memberi kabar kepada saya bahwa beberapa bulan belakangan ini penghasilannya melesat berkali-kali lipat dan hidupnya menjadi lebih bahagia.Seperti yang saya kisahkan dalam buku saya Journey To My Past Lives(Bornrich, 2007) derma dan perbuatan kebajikan adalah akar dari semua keberlimpahan hidup. Dalam buku dikisahkan seorang gadis yang dilahirkan di keluarga kaya, hidupnya penuh keberlimpahan dengan keluarga yang sangat harmonis. Ternyata di kehidupan lalunya ia adalah seorang yang selalu melakukan kebajikan setiap saatnya dan ia mendedikasikan hidupnya untuk menemukan obat yang bisa menyembuhkan orang banyak. Dari perbuatan-perbuatan kebajikan itulah ia sangat berkelimpahan harta di kehidupan sekarang ini.[ns]
Sumber : Nathalia Sunaidi adalah seorang hipnoterapis dengan spesialisasi Regresi Kehidupan Lalu (RKL). Ia telah menelurkan sebuah buku laris berjudul “Journey to My Past Lives” (Bornrich, 2007).